Dec. 19.

IDB Project at Universitas Negeri Padang

Kampus Masa Depan: Apakah itu proyek IDB?

Oleh: Afriva Khaidir, MAPA.,PhD.

Kampus Masa Depan: Apakah itu proyek IDB?:

Pengusulan proposal pembangunan Universitas Negeri Padang (UNP) adalah sesuatu yang penuh perjuangan sejak semula dari tahun 2006 dan 2007. Dengan kerjasama yang kolaboratif antara UNP, Bappenas, Kementrian Keuangan dan tentu saja Kementrian Pendidikan Nasional diserahkanlah surat resmi kepada The Islamic Development Bank (IDB) oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk pendanaan (financing) proyek pembangunan UNP. Proyek ini berada di bawah tajuk Proyek Rekonstruksi dan Peningkatan Universitas Negeri Padang (The State University of Padang Reconstruction and Upgrading Project).

Dari sisi IDB, Proyek ini merupakan bagian dari Paket Respon Darurat dan Rehabilitasi Pasca Gempa Sumatera di Indonesia. Artinya IDB memiliki perhatian khusus terhadap pemulihan wilayah ini setelah terhempas oleh serangkaian bencana besar mulai dari Tsunami Aceh 2004 sampai dengan Gempa Sumatera 2009. Hal ini berimplikasi kepada perlakuan terhadap proyek ini secara khusus dengan segala syarat dan kondisi (terms and conditions) yang diberikan IDB. Di bawah paket ini, dialokasikan total pinjaman lunak sebesar USD 29,5 juta ditambah dengan alokasi dari Pemerintah Republik Indonesia (GOI) sebagai komitmen pemerintah dalam bentuk dana pendamping melalui APBN.

Sasaran kunci proyek adalah untuk meningkatkan akses serta kualitas pengajaran dan pembelajaran di UNP. IDB menyatakan bahwa proyek ini konsisten dari visi komprehensif IDB terhadap pembangunan manusia melalui penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui peningkatan daya tampung dan meningkatkan jaminan kualitas pengajaran dan pembelajaran di tingkat Universitas di negara-negara anggota IDB yang nota bene negara-negara Islam. IDB berharap pengembangan kejayaan peradaban Islam bermula dari lembaga-lembaga perguruan tinggi di negara-negara anggotanya.

Dikabulkannya usulan UNP serta Pemerintah RI tidak terlepas dari misi penilaian (appraisal mission) tahap akhir yang dikirim oleh IDB bulan Oktober 2010. Kunjungan yang terdiri dari Dr. Abdullrahman Beddi, Division Manager-EDU, Br. Abdi Abdullahi, spesialis sektor ekonomi, Br. Louai Farouk Yousif, konsultan KICT4D, dan sekaligus short term Civil Engineer consultant ke Padang. Di sinilah kesepakatan tentang anatomi proyek dicapai.  Berbeda dengan bantuan yang diberikan oleh lembaga bantuan luar negeri lain seperti Bank Dunia (IBRD), Asian Development Bank (ADB) atau CIDA yang lebih menekankan kepada pengembangan kapasitas dan pembangunan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa dan tatalaksana (governance), IDB lebih menekankan kepada pentingnya peningkatan infrastruktur melalui pendirian bangunan dan peralatan, di samping juga tanpa meninggalkan sama sekali pentingnya aspek sumber daya manusia.

Dengan dasar pemikiran di atas, disepakati oleh IDB dan Pemerintah RI akan dibangun beberapa bangunan yang diperlukan oleh UNP dengan kerangka rekonstruksi dan peningkatan dan bukan dalam konteks pendirian kampus baru. Bangunan yang direncanakan akan direkonstruksi adalah university centre (rektorat, biro dan senat), auditorium, student centre, business centre, pusat pelatihan dan pengembangan guru, laboratorium terpadu, ruang kelas bersama terpadu, fakultas ilmu sosial dan pusat IT. Akan ada juga alokasi untuk pengadaan peralatan laboratorium, perabotan, perbaikan jalan kampus, peningkatan penerangan dan perlistrikan kampus, kanopi untuk pejalan kaki, tempat parkir, trotoir, taman, gerbang, dan lain-lain.

IDB adalah lembaga finansial sekumpulan negara-negara Islam yang dipimpin oleh Kerajaan  Saudi Arabia dengan pusat di Jeddah. Indonesia sudah bergabung sebagai anggota pendiri sejak pertama pada tahun 1975.  Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Indonesia, dicanangkan komitmen untuk meningkatkan akses kepada pendidikan yang bermutu dan kesehatan. Salah satu cara adalah dengan melaksanakan infrastruktur. Ini sejalan dengan logika teori pembangunan yang secara kontinum bermula dengan pengadaan infrastruktur, peningkatan akses dan diakhiri dengan peningkatan kualitas. Peningkatan kualitas tidak mungkin dilakukan tanpa pembenahan infrastruktur sebagai prasyaratnya. Skenario pembangunan pendidikan ini adalah dengan meningkatkan tingkat partisipasi (enrolment rates) pada pendidikan menengah dan tinggi dan pengurangan tingkat buta huruf  nasional ke angka 5%.

Dengan pemahaman di atas, maka per-Mei 2010, IDB menyetujui 88 proyek di Indonesia dengan total kucuran pendanaan sebesar USD 1,111,8 juta. Pendanaan di bidang pendidikan merupakan 68% dari pelayanan sosial IDB di Indonesia. Dengan demikian terlihat bahwa pendidikan mejadi portofolio terbesar dalam komitmen IDB di Indonesia. Jika kita datang berkunjung dan melihat kampus UPI Bandung, UNPAD Bandung, USU Medan, UNM Makasar, Unhas Makasar, UIN Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UNDIP Semarang, UNJ Jakarta merupakan beberapa kampus yang dibenahi dengan sentuhan IDB. Pada saat ini UNP akan bergerak secara serempak bersama dengan Universitas Negeri Semarang dan IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Menurut evaluasi yang dilakukan terhadap proyek yang sudah selesai dan berjalan, terlihat bahwa ada kecenderungan pencapaian tujuan yang sangat baik dimana tercapai modernisasi universitas yang pada gilirannya meningkatkan mutu pembelajaran dan penelitian dengan level tinggi. Tujuan ini tercapai melalui konstruksi bangunan baru, renovasi bangunan lama, dan pembaharuan kurikulum dan peningkatan jaminan kualitas (quality assurance) pengajaran dan pembelajaran di universitas terkait. Aspek pembenahan kurikulum dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan komitmen Pemerintah RI (GOI) melalui alokasi dana pendamping pada setiap proyek, demikian pula dengan UNP. Disamping membenahi infrastruktur dengan bantuan IDB, UNP melalui anggaran GOI akan melakukan pembangunan kurikulum dan sistem pembelajaran di samping meningkatkan kapasitas staf pengajar.

Dengan demikian, pembangunan UNP melalui Proyek Rekonstruksi dan Peningkatan merupakan bagian dari rencana pembanguan nasional jangka menengah dan panjang melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang difasilitasi oleh IDB. Sebagai sebuah proyek nasional, pelaksanaannya melibatkan beberapa institusi penting seperti Bappenas, Kementrian Keuangan, Kementrian Hukum dan HAM di samping Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai leading sector. Posisi civitas academica UNP sebagai user dalam naskah perjanjian yang disebut sebagai agency atau perwakilan IDB di lapangan harus senantiasa melakukan pengawalan dan memastikan tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana. Diperlukan komitmen bersama dan dukungan, karena penyempurnaan dan peningkatan taraf universitas hanyalah dapat dicapai dengan pembenahan infrastruktur sebagai hardware di samping pengembangan kurikulum, sistem dan sumber daya manusia sebagai software-nya. Dengan ini niscaya akan meningkatkan akses dan kualitas performa Universitas Negeri Padang di masa depan.

Dosen public administration FIS UNP dan sekretaris PRP UNP

Source: Ganto UNP

By admin | Posted in News and Events | Both comments and trackbacks are currently closed.

Tagged: ,